Back to Articles

Bagaimana Product-Driven Marketer Mengelola Integrasi Otomasi

Dari Zapier hingga n8n, pelajari bagaimana product driven marketer mengelola integrasi otomasi untuk mendorong business outcome.

How n8n solved my integration issues | (AI generated illustration for context)

Beralih dari seorang Product Manager ke Product Marketing Manager, yang dulu dibantu development team untuk mengeksekusi setiap backlog yang ‘selected for development’, kini tidak punya development team sama sekali ternyata jadi tantangan tersendiri. Ini sebuah culture shock bagi saya.

Sisi positifnya waktu untuk idea validation makin banyak, misalnya ingin benerin funnel A, saya jadi punya waktu lebih banyak untuk validasi funnel A itu pada segment 1, segment 2, dan lainnya.

Tapi once sudah tervalidasi, siapa yang eksekusi?

Untuk urusan marketing, seperti content, campaign, ads, tentu dibantu oleh Tim Marketing yang udah biasa end-to-end content execution, dari brief hingga distribusi. Tapi terkadang tetep aja ada urusan teknis marketing, misalnya setup ‘event trigger’ untuk ‘lifecycle campaign’, dimana perlu mindahin data dari tools A ke tools B.

Saya coba mencari solusi yang simpel, no code (karena memang saya bukan engineer), yang bisa mengkoneksikan beragam tools. Temuan saya sebagai berikut:

Zapier

Pertama kali ketemu tools ini ketika dulu pernah lihat seminar RPA (Robotic Processing Automation) yang kelihatannya ribet, dan somehow tiba2 ngeliat iklan Zapier ini, automation tools untuk orang non-engineer, no code. Tinggal klik klik aja kita bisa koneksi data dari tools A ke tools B. TAPI, sayangnya subscriptionnya gak murah. Terutama koneksi antara 2 tools itu sebenarnya part of experimentation juga, kita belum tau bakal works atau engga. Jadi untuk bener-bener subscribe, saya harus menimbang ulang.

Make.com

Ketemu tools ini gara-gara sesimpel nyari ‘Zapier alternatives’, dan voila muncullah make.com. First impression tools ini adalah LEBIH MURAH dari Zapier, hehe. Tapi terkesan kurang profesional seperti Zapier walaupun jumlah tools yang bisa diintegrasikan lebih banyak. Mungkin karena warnanya ungu-ungu unyu? Terus terang UI nya juga kayak lagi mau setup profile sosial media ketimbang tools bisnis.

Lalu datanglah era AI dan di momen inilah saya terpapar dengan tools bernama n8n.

n8n

So much info terkait n8n di youtube, medium, instagram yang bahas n8n ini. Banyak yang bilang anything is possible dengan n8n. Saya jadi tertarik untuk cari info lebih dalam mengenai tools ini. Namun, satu hal yang saya benar-benar bingung, ‘LAH GAK ADA VERSI GRATISNYA?’.

Buat vibe coders yang baca ini, harap tenang dulu.. maklum saya dulu gak ngerti apa itu VPS, self-hosted, dan lain-lain. Maka dari itu, saya coba free trial dulu aja. Dan ketika login, jujur makin bingung. Tampilannya terlalu advanced, bingung mulai dari mana dulu. Beda sama zapier dan make.

Dan saat itu gak jadi konekin apapun.

Lalu beberapa waktu berselang. Dan terpaparlah saya dengan provider VPS murah yang menjual n8n yang sudah dihosting. Jadi bener-bener tinggal pake. Gak lama mikir, saya langsung beli aja dan nyobain n8n tersebut. Dan momen itu menjadi momen eureka bagi saya. Sebagai PM, saya memang sudah biasa membaca API, atau testing-testing dikit pake Postman. Dengan n8n, kita bisa konekin A ke B bisa secara default mapping, atau secustom-customnya dengan API.

Momen ini merubah cara saya bekerja. Bahwa ternyata gak perlu engineer untuk konekin A ke B dengan API. Nothing is impossible dengan n8n.

Saya coba sebutkan integrasi yang pernah saya lakukan beserta rating kesulitan setupnya:

Gmail to Sheets (Easy - setup oAuth sedikit tricky di Google Cloud consolenya)

Sheets to Marketing Automation Platform (Easy - tinggal API yang tepat, jangan lupa semua attributes didokumentasikan dengan baik)

Marketing Automation Platform to CRM (Medium - di sisi CRM harus bikin app dulu jadi harus hati-hati banget)

Sheets to AI Agent to Sheets (Advanced - system prompt harus oke banget, termasuk untuk pilih mana row yang harus diappend biar gak berantakan)

Sebenarnya, ada beberapa project yang tidak bisa saya sebutkan di sini. Yang pasti, dulu mau integrasin tools A ke tools B bisa menghabiskan waktu 1-2 sprint (yang berarti 2-4 minggu), tapi dengan n8n integrasi ini bisa dilakukan kurang dari 1 hari.

Namun, terlepas dari kemudahan integrasi yang difasilitasi n8n ini, sebagai product-driven marketers, saya perlu fokus ke outcome. Jadi tidak hanya kecepatan integrasi, tapi seberapa impactful adanya integrasi ini bagi end-users. Misalnya solusi integrasi ini ditujukan ke tim bisnis agar mereka tidak perlu mindahin data secara manual sehingga waktu mereka bisa fokus untuk konversi leads.

Adanya n8n, apalagi jika nanti dikombinasikan dengan AI Agent, gak hanya meningkatkan development time efficiency, tapi juga menggerakkan business metrics yang sesungguhnya.